Kegiatan ini bukan sekadar ritual rohani, tetapi juga seruan moral agar bangsa tidak abai terhadap krisis kemanusiaan dan lingkungan. Dalam suasana hening, para kader GMKI juga mengenang tujuh rekan mereka yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan pada erupsi Gunung Sinabung tahun 2014, simbol pengabdian dan cinta tanah air yang tulus.
Ketua GMKI Tana Toraja, Nopen Kessu, menegaskan bahwa doa dan refleksi ini merupakan panggilan iman sekaligus tanggung jawab kebangsaan.
“Kami tidak hanya berdoa, tapi juga diajak untuk bersuara kritis dan hadir nyata di tengah penderitaan rakyat,” ujarnya.
Nopen menilai bencana alam harus dibaca sebagai peringatan ekologis, bahwa pembangunan yang abai terhadap keadilan sosial dan lingkungan akan berujung pada krisis kemanusiaan.
Sementara itu, Sekretaris Fungsional Masyarakat BPC GMKI, Primanto Raya, menambahkan bahwa pengorbanan tujuh kader GMKI di Sinabung menjadi warisan nilai perjuangan yang harus terus dirawat.
“Mereka adalah saksi iman dan nasionalisme sejati. Semangat itu harus terus hidup dalam setiap langkah pelayanan GMKI,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, GMKI Cabang Tana Toraja menegaskan komitmennya untuk merawat persatuan, solidaritas, dan keberpihakan pada kemanusiaan. Doa, refleksi kritis, dan aksi nyata diyakini harus berjalan seiring, sebagai bentuk kasih yang nyata bagi bangsa yang tengah terluka.(Red)