Iklan

Kaesang Janji Sampaikan Proposal Jalan Mappak–Simbuang ke Wapres

Rabu, 21 Januari 2026, Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T11:39:22Z
Foto: Kaesang Berdialog dengan Masyarakat Mappak-Simbuang

DATATERKINI.ID, TANA TORAJA—Pelaksanaan upacara adat Rambu Solo’ almarhum Bapak Paulus Papa, ayah terkasih Benidiktus Papa, digelar di Kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja. 

Upacara adat tersebut dihadiri Kaesang Pangarep, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Rabu, 21/01/2026.

Kehadiran Kaesang tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting bagi para tokoh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada putra bungsu Presiden Joko Widodo itu.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat dari wilayah Mappak–Simbuang memanfaatkan momen untuk berdialog dengan Kaesang. Sinai, tokoh masyarakat Mappak sekaligus anggota DPRD Tana Toraja dari Dapil 3, bertindak sebagai juru bicara perwakilan warga.

Ia menyampaikan secara langsung kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini masih sangat memprihatinkan.

“Kami bersama seluruh masyarakat di Kecamatan Simbuang–Mappak berharap setelah kepulangan Mas Kaesang ke Jakarta, kondisi jalan yang ada di wilayah kami bisa dikomunikasikan langsung dengan Wapres,” ungkap Sinai di hadapan Kaesang.

Menanggapi hal itu, Kaesang Pangarep dengan sigap meminta agar masyarakat menyerahkan proposal pembangunan jalan tersebut. Ia berjanji akan menyampaikan langsung kepada Wakil Presiden Republik Indonesia.

“Nanti saya langsung serahkan proposalnya ke Mas Wapres, agar jalan di Mappak–Simbuang bisa segera diperbaiki,” ujar Kaesang.
Kaesang juga melihat dan merasakan kondisi jalan di sekitar lokasi dan mengakui bahwa akses menuju Mappak–Simbuang masih sangat terbatas dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

 “Ini jalannya memang sangat memprihatinkan, hanya pengerasan sepanjang jalur. Saya bisa merasakan langsung bagaimana sulitnya akses masyarakat di sini,” tambahnya.

Kehadiran Kaesang di tengah upacara adat Rambu Solo’ tidak hanya menunjukkan rasa hormat terhadap tradisi dan keluarga besar almarhum Paulus Papa, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi antara masyarakat pedalaman Toraja dan pemerintah pusat.

Penulis : Alvin

Komentar

Tampilkan

Terkini