DATATERKINI.ID, TANA TORAJA— Proyek rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal–sedang beserta perabotnya di UPT SMPN Satap 2 Sanggalla menuai sorotan tajam. Proyek yang menelan anggaran negara sebesar Rp149.860.000 itu dinilai tidak tepat sasaran dan terkesan mengabaikan skala prioritas kebutuhan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Komite Sekolah, terdapat sejumlah bagian bangunan yang jauh lebih urgen untuk diperbaiki, khususnya ruang kelas dengan kondisi tegel yang sudah rusak dan membahayakan aktivitas belajar-mengajar. Namun ironisnya, pekerjaan justru difokuskan pada bagian luar bangunan, termasuk teras sekolah yang tegelnya diperbaiki dan diganti, padahal kondisinya dinilai belum mendesak.
“Yang rusak parah justru tidak disentuh, sementara bagian yang masih layak malah diperbaiki. Ini jelas menimbulkan tanda tanya,” ungkap salah satu sumber dari Komite Sekolah.
Sorotan keras juga datang dari Barnabas, Ketua LSM Catur Toraja. Ia menilai proyek tersebut mencerminkan lemahnya perencanaan dan pengawasan, sehingga pelaksanaannya terkesan tidak berorientasi pada kebutuhan riil sekolah.
“Setiap proyek yang menelan anggaran negara wajib tepat sasaran, transparan, dan dikerjakan sesuai spesifikasi. Jika yang dikerjakan justru bukan prioritas, maka patut diduga ada masalah dalam perencanaan,” tegas Barnabas.
Menurutnya, rehabilitasi ruang kelas seharusnya berangkat dari asas kebutuhan dan keselamatan siswa, bukan sekadar mengejar serapan anggaran atau mempercantik tampilan luar bangunan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dari pihak terkait agar proyek pendidikan tidak dikerjakan secara asal-asalan.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan. Jika proyek sekolah dikerjakan tanpa kepekaan dan tanggung jawab, maka yang dirugikan adalah siswa dan kualitas pendidikan itu sendiri,” tutupnya.
Sorotan ini diharapkan menjadi peringatan serius bagi pihak pelaksana dan instansi terkait agar anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas proyek.(Red)


