• Jelajahi

    Copyright © Dataterkini.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Isu Dugaan Setoran Narkoba Rp10 Juta/Bulan Mengguncang Toraja, Eks Kapolres Minta Pengusutan Tanpa Kompromi

    Admin
    Selasa, 17 Februari 2026, Februari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T23:22:20Z


    Kepala Bidang Propam Polda Sulawesi Selatan, Zulham Efendi

    DATATERKINI, TANA TORAJA ||
    Dugaan adanya praktik setoran rutin sebesar Rp10 juta per bulan terkait peredaran narkotika di wilayah Toraja Utara memicu keprihatinan publik dan menjadi sorotan tajam berbagai pihak. Isu yang viral di tengah masyarakat itu dinilai tidak boleh dibiarkan menggantung tanpa kejelasan hukum.


    Mantan Kapolres Polres Tana Toraja tahun 2007 - 2010, Victor Datuan Batara, secara tegas meminta agar aparat penegak hukum segera membuka secara terang benderang kebenaran informasi tersebut.


    Menurutnya, jika dugaan itu benar, maka hal tersebut merupakan pukulan serius terhadap upaya pemberantasan narkoba sekaligus merusak marwah institusi kepolisian di mata masyarakat.

    “Isu seperti ini tidak boleh dianggap angin lalu. Harus diusut tuntas, transparan, dan tanpa kompromi. Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh hanya karena ulah oknum,” tegas VDB


    Sorotan muncul setelah beredarnya pengakuan dari pelaku yang ditangkap dalam kasus narkotika, yang menyebut adanya aliran dana rutin kepada oknum aparat agar aktivitas peredaran dapat berjalan aman. Informasi ini kemudian berkembang luas dan memicu keresahan masyarakat di Toraja Utara maupun Tana Toraja.


    Sementara itu, Kepala Bidang Propam Polda Sulawesi Selatan, Zulham Efendi, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut.


    “Kita lagi proses anggota yang terlibat. Bismillah kita tegak lurus,” ujarnya.


    Pernyataan itu menegaskan bahwa proses internal sedang berjalan, termasuk pendalaman oleh fungsi pengawasan dan penegakan disiplin untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran. Namun di tengah proses tersebut, desakan publik terus menguat agar penanganan perkara tidak berhenti pada klarifikasi internal semata, melainkan dibuka secara akuntabel. Transparansi dianggap menjadi kunci untuk meredam spekulasi sekaligus memastikan bahwa perang terhadap narkotika tidak tercoreng oleh dugaan permainan di belakang layar.


    Pengamat menilai, kasus ini akan menjadi ujian integritas penegakan hukum di Toraja. Jika ditangani setengah hati, dampaknya bukan hanya pada citra institusi, tetapi juga pada efektivitas pemberantasan jaringan narkoba yang selama ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.


    Masyarakat masih menunggu hasil resmi penyelidikan. Semua mata tertuju pada langkah aparat, apakah berani membersihkan ke dalam, atau membiarkan isu ini menjadi noda yang terus membesar ( Red )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini