![]() |
| foto: objek wisata buntu singki' |
DATATERKINI, TORAJA UTARA — Pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis alam dan spiritual. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengembangan objek wisata religi Buntu Singki' melalui pembangunan jalur Via Dolorosa.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, usai memimpin kegiatan kerja bakti (kurve) bersama jajaran pemerintah di kawasan Buntu Singki’, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, potensi Buntu Singki’ tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada suasana yang mampu menghadirkan ketenangan batin bagi para pengunjung.
“Saat kami turun langsung, terlihat jelas bahwa Buntu Singki’ memiliki panorama perbukitan yang indah dengan bentang kota yang memanjakan mata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana induk (master plan) untuk pengembangan kawasan tersebut, termasuk pembangunan jalur Via Dolorosa yang akan menjadi daya tarik utama.
“Kita sudah punya master plan pengembangan. Ke depan, kita rencanakan pembangunan Jalur Via Dolorosa di Buntu Singki’,” tambahnya.
Pemilihan konsep Via Dolorosa dinilai relevan dengan kondisi geografis kawasan yang berbukit dan menantang. Jalur tersebut, yang dalam tradisi Kristiani dikenal sebagai Jalan Salib, merepresentasikan perjalanan penderitaan Yesus Kristus saat memikul salib.
Konsep ini diharapkan menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya visual, tetapi juga spiritual.
“Pengunjung nantinya bukan hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan keheningan rohani yang mendalam,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah meminta instansi terkait untuk melakukan survei kelayakan pembangunan jalur tersebut. Hasil kajian itu nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan skema pembiayaan dan tahapan pembangunan.
“Kami sudah minta dilakukan survei terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita cari sumber pembiayaan untuk merealisasikan rencana ini,” tutupnya.
Dengan konsep perpaduan wisata alam dan religi, Buntu Singki’ diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan, sekaligus memperkuat identitas Toraja sebagai destinasi yang kaya akan nilai budaya dan spiritualitas.(Alvin)


