• Jelajahi

    Copyright © Dataterkini.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja Sidak ke Simbuang-Mappak, Temukan Kelangkaan Pupuk Subsidi dan Harga Elpiji Melonjak

    DEMIAN
    Kamis, 09 April 2026, April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T14:30:29Z


    foto: Semuel di kantor kecamatan mappak


    DATATERKINI, TANA TORAJA – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tana Toraja, Semuel Pali Tandirerung, melakukan kunjungan langsung ke wilayah Simbuang-Mappak pada Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Tana Toraja terkait persoalan distribusi pupuk subsidi dan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut.


    Dalam kunjungannya, Semuel memastikan langsung kondisi di lapangan dan membenarkan berbagai aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan dalam forum RDP.


    “Kita RDP kemarin dan tadi pagi saya langsung ke lokasi, dan betul aspirasi itu,” ungkap Semuel.


    Ia menjelaskan, hingga saat ini pupuk subsidi belum tersedia di wilayah Simbuang-Mappak. Hal tersebut disebabkan belum adanya pengecer resmi yang menyalurkan pupuk subsidi ke masyarakat setempat. Selain itu, pihaknya juga menemukan harga tabung gas elpiji 3 kilogram mencapai Rp50.000 per tabung, jauh di atas harga normal.


    “Memang belum masuk pupuk subsidi karena di Mappak Simbuang belum ada pengecer. Dan memang di Simbuang harga tabung Rp50.000 per tabung. Penjual mengaku menjual Rp50.000 karena mereka membeli dari pemasok Rp40.000 per tabung. Saya bilang itu terlalu mahal,” bebernya.


    Semuel menegaskan pentingnya kehadiran pengecer resmi agar distribusi pupuk subsidi bisa segera berjalan, terlebih saat ini petani sedang memasuki masa penanaman padi yang membutuhkan pupuk.


    Ia juga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menekan harga gas elpiji agar kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat.


    “Harapan saya, setelah ada pengecer di Mappak Simbuang, distribusi pupuk subsidi bisa cepat. Apalagi sekarang masa tanaman padi membutuhkan pupuk. Tadi kami juga langsung cek sawah ke lokasi. Kemudian saya juga berharap pemerintah bisa menekan harga tabung gas LPG yang melonjak naik,” tegasnya.


    Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan Dinas Pertanian dalam RDP sebelumnya, distribusi pupuk subsidi di Tana Toraja baru tersalurkan sekitar 10 persen dari total stok. Artinya, masih terdapat sekitar 90 persen pupuk yang belum didistribusikan. Adapun rincian stok meliputi pupuk urea sebanyak 3.405 ton dan pupuk NPK sekitar 3.000 ton.


    Kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD Tana Toraja, mengingat keterlambatan distribusi pupuk dapat berdampak langsung pada produktivitas pertanian masyarakat, khususnya di wilayah terpencil seperti Simbuang dan Mappak.(Alvin


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini