![]() |
| Foto: Nelwan Jhonatan |
DATATERKINI, SULBAR — Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama puluhan lembaga lainnya resmi melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut merupakan tindak lanjut atas beredarnya video ceramah JK di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang menuai polemik di ruang publik.
Pelaporan ini diajukan oleh Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat M. P. Sinurat, bersama Ketua Umum Pemuda Katolik. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk respons terhadap kegelisahan sejumlah pihak atas isi ceramah yang dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua DPD GAMKI Sulawesi Barat, Nelwan Jhonatan, menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil oleh DPP GAMKI. Ia menilai pelaporan ini penting guna mencegah meluasnya polemik di masyarakat.
“Kami mendukung langkah DPP GAMKI agar persoalan ini tidak berkembang menjadi riak yang lebih besar di tengah masyarakat. Proses hukum perlu ditempuh agar semuanya menjadi jelas dan tidak liar di ruang publik,” ujar Nelwan kepada media dataterkini.id, Rabu (17/04/2026).
Menurutnya, sebagai tokoh bangsa, pernyataan yang disampaikan oleh JK semestinya mencerminkan keteladanan bagi masyarakat luas.
“Pak JK adalah tokoh nasional, sehingga setiap pernyataan, sikap, dan tindakannya diharapkan menjadi contoh yang baik. Dalam konteks ini, kami melihat ada kekeliruan yang perlu diluruskan. Bisa saja beliau tidak sepenuhnya memahami ajaran Kristen yang sangat menekankan nilai kasih,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nelwan menegaskan bahwa pelaporan tersebut tidak dimaksudkan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai bagian dari upaya menjunjung tinggi supremasi hukum.
“Langkah ini bukan untuk memperuncing perbedaan, tetapi justru agar persoalan ini ditangani secara objektif oleh aparat penegak hukum. Kami berharap spekulasi di media sosial bisa mereda, dan biarlah penyidik yang menyimpulkan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, serta mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga keharmonisan dalam keberagaman.
“Sebagai anak bangsa, kita harus saling menghargai, menjaga, dan merawat toleransi dalam setiap perbedaan. Itulah kekayaan Indonesia yang harus kita pertahankan bersama,” tutupnya.(Alvin)


