![]() |
| Delegasi kongres dan MPA PMKRI dari berbagai daerah disambut secara adat |
DATATERKINI, RUTENG – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja Santo Paulus mendelegasikan enam orang anggota untuk mengikuti Kongres Nasional dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI Santo Thomas Aquinas yang diselenggarakan di Ruteng, Nusa Tenggara Timur, pada 19–25 Juli 2026.
Keikutsertaan delegasi tersebut merupakan bentuk komitmen PMKRI Cabang Toraja dalam berpartisipasi aktif pada forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi sekaligus memperjuangkan aspirasi daerah dalam agenda nasional PMKRI.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Toraja, Yoben Sampe, menegaskan bahwa keikutsertaan delegasi tidak hanya dimaknai sebagai partisipasi dalam agenda organisasi, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk membawa suara dan kepentingan masyarakat Toraja ke tingkat nasional.
"Keikutsertaan dalam Kongres dan MPA bukan semata-mata berbicara tentang PMKRI sebagai organisasi. Lebih dari itu, kami membawa nama daerah. Kami berharap delegasi PMKRI Cabang Toraja mampu menggolkan isu-isu strategis dari daerah agar dapat menjadi isu bersama di PMKRI dan selanjutnya diperjuangkan oleh PMKRI di tingkat nasional, termasuk dalam advokasi kepada pemerintah di Jakarta," ujar Yoben.
Menurutnya, forum Kongres dan MPA merupakan ruang strategis untuk memperkuat peran mahasiswa dalam merumuskan arah gerakan organisasi sekaligus menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.
Yoben juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada para delegasi. Ia menilai bahwa partisipasi dalam forum nasional seperti Kongres dan MPA merupakan investasi penting dalam membangun kapasitas kader serta memperkuat kontribusi daerah di tingkat nasional.
"Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak. Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena menjadi wadah pembelajaran, penguatan kapasitas kepemimpinan, dan perjuangan terhadap berbagai isu kebangsaan. Tentunya, semua itu membutuhkan semangat kolektif agar delegasi dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa hasil yang bermanfaat bagi organisasi maupun daerah," tambahnya.(red)


