![]() |
| Barnabas Solon, Ketua LSM Catur |
DATATERKINI, TANA TORAJA – Ketua LSM Catur, Barnabas Solon, mendorong Pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa melalui peningkatan transparansi, khususnya dalam proses penilaian kinerja penyedia yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Menurut Barnabas, evaluasi kinerja penyedia merupakan salah satu instrumen strategis dalam memastikan setiap pekerjaan pemerintah dilaksanakan oleh rekanan yang memiliki kapasitas, kualitas, serta rekam jejak yang baik. Karena itu, hasil evaluasi tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap proses pengadaan.
Ia menilai, berkembangnya persepsi di tengah masyarakat mengenai dugaan adanya dominasi penyedia tertentu dalam memenangkan tender perlu dijawab secara terbuka oleh pemerintah. Transparansi, kata dia, merupakan langkah yang tepat untuk memberikan kepastian bahwa setiap proses pengadaan telah berjalan sesuai ketentuan dan prinsip akuntabilitas.
"Kami tidak ingin membangun opini tanpa dasar. Yang kami dorong adalah transparansi. Jika memang penyedia yang memenangkan tender memiliki hasil penilaian kinerja yang baik dari PPK, maka tidak ada alasan untuk tidak menjelaskan hal tersebut kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Barnabas Solon.
Barnabas menegaskan bahwa keterbukaan informasi mengenai penilaian kinerja penyedia bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terus mengedepankan prinsip transparansi dalam setiap tahapan pengadaan barang dan jasa, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan iklim persaingan yang sehat di antara para penyedia.(red)


