![]() |
| Ilustrasi: pelangsir BBM di Toraja Utara ditangkap warga |
TORAJA UTARA - Pelangsir bahan bakar minyak (BBM) subsidi menggunakan mobil tangki ditangkap masyarakat di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kepolisian saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini, namun memilih irit bicara meski kasus ini merugikan warga dan negara.
"Terkait hal tersebut, sudah saya cek kasat reskrim, telah diproses di Sat Reskrim. Bisa langsung ke pak kasat Reskrim ya, saya sudah sampaikan tadi," ujar Kapolres Toraja Utara, AKBP Yoseph Adi Rahmat Sudrajat kepada DataTerkini saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (8/8/2026).
Pelangsir BBM dengan kapasitas ribuan liter ini ditangkap warga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Nanggala pada Sabtu (8/8/2026). Pelaku dan barang bukti mobil tangki dengan nomor polisi DP 8120 UC telah diserahkan warga ke Polres Toraja Utara untuk diproses hukum.
Saat menggiring pelaku ke Mapolres, warga melakukan live streaming di media sosial Facebook "Ayub Sabar" dan menuai pujian karena telah melakukan tindakan yang disebut diabaikan aparat penegak hukum (APH). Kata warga, BBM tersebut didistribusikan ke luar daerah Toraja.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon saat dikonfirmasi mengaku sedang sibuk mendalami kasus tersebut dan tidak bisa memberi keterangan. Kata dia, meski pelaku ditangkap tangan dan membawa barang bukti, pihaknya harus menyaring informasi untuk disampaikan ke publik.
"Sebentar partner, masih sibuk sekali kag ini. Nanti salah informasi kag lagi ke media. Kami pelajari dulu nah," ujar Ruxon.
Ditanya soal identitas pelaku dan kronologi berdasarkan laporan warga, Ruxon pun enggan memberi keterangan.
"Nantipi itu nah, capek ki partner eh, pusing ki banyak pi tugas. Na biar itu naik mi di media kalau bukan pi data ki, kami dalami itu. Ini sementara BAP," ungkapnya.
Diketahui, pelangsir BBM subsidi marak di Kabupaten Toraja Utara tahun 2025 hingga 2026. Meski penyalahgunaan barang milik negara tersebut marak, tak satu pun pelaku dapat diungkap Polres Toraja Utara dan menimbulkan pertanyaan publik.
Akibat hal ini, terjadi kelangkaan bahan bakar di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara hingga kendaraan antre berjam-jam di SPBU. Antrean kendaraan bahkan kerap memicu kemacetan panjang.
