
Posko BPBD Tana Toraja
DATATERKINI, TANA TORAJA || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja mendirikan Pos Kesiapsiagaan Penanganan Bencana dalam rangka menghadapi Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan meminimalisir risiko bencana alam selama masa libur akhir tahun.
Posko Kesiapsiagaan Bencana tersebut didirikan di Plaza Kolam Makale dan mulai beroperasi sejak 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Selama periode tersebut, personel BPBD disiagakan setiap hari untuk memantau kondisi lingkungan serta memberikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala lapangan BPBD Kabupaten Tana Toraja, Cristian Batara Sakkung, mengatakan bahwa pendirian posko ini bertujuan menjaga kondusivitas dan kelancaran perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Tana Toraja, khususnya di tengah potensi cuaca ekstrem.
“Pos Kesiapsiagaan Bencana ini dilaksanakan untuk meminimalisir risiko bencana alam yang dapat terjadi, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujar Cristian.
Ia menegaskan bahwa pengawasan kondisi lingkungan sangat diperlukan, mengingat saat ini wilayah Tana Toraja memasuki musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Cristian juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tana Toraja agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca, mengingat dalam beberapa pekan terakhir sering terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang.
“Masyarakat diharapkan aktif memantau informasi cuaca dan kondisi lingkungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial dan kanal informasi resmi. Hal ini penting sebagai upaya antisipasi risiko bencana di wilayah masing-masing,” katanya.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan di Sulawesi Selatan diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Curah hujan diprediksi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan intensitas mencapai 300–500 mm per bulan. Wilayah Sulawesi Selatan bagian utara dan selatan juga diperkirakan mengalami curah hujan >150 mm per dasarian.
BPBD mengingatkan potensi risiko yang perlu diwaspadai, antara lain:
•Hujan lebat disertai angin kencang
•Banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah
•Gelombang tinggi di perairan Sulawesi Selatan
“Oleh karena itu, mitigasi bencana perlu terus ditingkatkan untuk menekan dampak yang mungkin timbul. Terlebih di masa libur Nataru, aktivitas masyarakat meningkat, baik di tempat wisata maupun di perjalanan. Utamakan keselamatan agar liburan berlangsung aman, nyaman, dan selamat,” tandas Cristian
Penulis : (Joa)





