DATATERKINI.ID, TORAJA UTARA - Kawasan wisata Goa Tete Litak di Kelurahan Tallang Sura', Kecamatan Buntao, Toraja Utara, kini kembali berdenyut setelah sekian lama terabaikan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan ke-46 Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja melakukan aksi nyata dalam revitalisasi wisata alam yang berlangsung sejak 3–18 Februari 2026.
Program ini meliputi penataan akses jalan menuju kawasan wisata, pembangunan pagar, hingga pembuatan gapura yang menjadi simbol kebangkitan pariwisata lokal. Selain memperindah destinasi, langkah ini turut membuka peluang ekonomi baru melalui pemberdayaan UMKM masyarakat sekitar.
“Kami ingin menghadirkan wajah baru wisata Goa Tete Litak agar bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi ruang belajar dan refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam,” ujar Milton Lando, Koordinator KKN-T UKI Toraja.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, mahasiswa melanjutkan aksi dengan menanam 100 pohon di wilayah rawan longsor pada 19 Februari 2026. Tak hanya itu, mereka juga melakukan penanaman bibit pucuk merah di sepanjang jalan poros, sebagai langkah pencegahan bencana sekaligus memperkuat struktur tanah dan mempercantik lingkungan.
“Menanam pohon hari ini adalah janji kami untuk menjamin tanah ini tetap hidup dan aman bagi generasi mendatang,” ujar Daniel, salah seorang pemuda Kelurahan Tallang Sura’.
Apresiasi datang dari Lurah Kelurahan Tallang Sura’, Agustinus Linting, yang menilai program KKN ini berhasil membawa dampak positif dan nyata bagi lingkungan maupun masyarakat setempat.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN Angkatan ke-46 UKI Toraja atas keberhasilan mereka menata kawasan wisata dan melakukan penanaman pohon di daerah longsor. Penanaman bibit pucuk merah di pinggir jalan juga langkah bijak — bukan hanya memperindah, tetapi menjadi bentuk pencegahan bencana dan memperkuat struktur tanah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penataan ulang objek wisata Goa Tete Litak kini sudah layak untuk diusulkan sebagai destinasi resmi ke Pemerintah Daerah Toraja Utara. Meski demikian, ia berharap masa pelaksanaan KKN ke depan dapat diperpanjang, agar interaksi sosial dan penerapan ilmu mahasiswa bisa berlangsung lebih maksimal.
“Program ini sudah sangat baik, tinggal waktu yang perlu diperpanjang agar mahasiswa bisa lebih lama berinteraksi dan mendampingi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan KKN-T UKI Toraja di Tallang Sura’ ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi menemukan maknanya saat teori bertemu dengan realitas bumi. Semangat fraternitas (persaudaraan) antara mahasiswa dan warga menjadi kunci keberhasilan kolaborasi ini, menanam harapan baru bagi pembangunan berkelanjutan di Tana Toraja.
Goa Tete Litak kini bukan sekadar objek wisata, melainkan simbol hidupnya kembali harmoni antara manusia dan alam — pesan sederhana namun kuat dari jantung Tallang Sura’.(Alvin)





