![]() |
| VDB |
Dataterkini, Tana Toraja – Pernyataan keras dilontarkan oleh Victor Datuan Batara terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah Toraja Utara dan Tana Toraja. Ia menilai upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan wacana tes kepada banyak pihak karena hal tersebut justru memerlukan biaya besar dan proses yang rumit. Menurut Victor, masyarakat sebenarnya sudah mengetahui siapa saja yang terlibat dalam jaringan narkoba di daerah tersebut, mulai dari pemakai, pengedar hingga bandar besar.
“Sebenarnya tidak perlu ji tes semua karena itu repot dan memerlukan budget yang besar. Semua orang tahu di Torut dan Tator siapa pemakai, siapa pengedar, dan siapa bandar besarnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa hingga saat ini bandar-bandar besar narkoba di Toraja Utara seolah belum tersentuh oleh aparat penegak hukum (APH). “Sayangnya bandar besar di Torut kok seperti luput dari APH. Atau karena TST?” tambahnya.
Victor juga mempertanyakan sumber peredaran narkoba yang diduga berasal dari wilayah Sidenreng Rappang (Sidrap). Menurutnya, jika ditelusuri ke belakang, jaringan besar tersebut justru belum pernah benar-benar disentuh penegakan hukum.
“Jika dirunut ke belakang, mengapa sumber bandar besar dari Sidrap tidak tersentuh sama sekali? Dari dulu hingga saat ini,” tegas Victor.
Mantan kapolres pada erahnya itu mempertanyakan terkait keseriusan aparat dalam membongkar jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya, khususnya para bandar besar yang diduga selama ini masih bebas beroperasi.






