• Jelajahi

    Copyright © Dataterkini.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PMKRI Cabang Toraja Dukung Kepolisian Berantas Judi, Jangan Berlindung di Balik Tradisi

    DEMIAN
    Kamis, 19 Maret 2026, Maret 19, 2026 WIB Last Updated 2026-03-19T13:32:13Z

     

    foto: Yoben Sampe, Presidium Germas


    DATATERKINI, TANA TORAJA — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat kepolisian dalam memberantas praktik perjudian di wilayah Toraja. Organisasi mahasiswa ini menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap segala bentuk perjudian, terlebih jika praktik tersebut mencoba berlindung di balik dalih tradisi dan budaya.


    Yoben Sampe, Presidium Gerak Kemasyarakatan PMKRI Cabang Toraja menilai bahwa maraknya praktik perjudian yang dikaitkan dengan kegiatan adat merupakan bentuk penyimpangan serius terhadap nilai-nilai luhur warisan leluhur. “Kami mendukung penuh langkah kepolisian. Tidak boleh ada ampun bagi praktik perjudian dalam bentuk apa pun. Apalagi jika dibungkus dengan alasan tradisi,” tegasnya.


    Menurutnya, tradisi, adat, dan budaya Toraja adalah identitas yang sarat makna, bukan ruang untuk melegitimasi tindakan yang bertentangan dengan hukum dan moral. Ia mengingatkan bahwa warisan budaya leluhur dibangun di atas nilai kebersamaan, penghormatan, dan kearifan, bukan eksploitasi yang merusak tatanan sosial.


    Senada dengan itu, Imanuel, Ketua Presidium PMKRI Cabang Toraja periode 2025/2026 menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kemurnian budaya dari distorsi zaman modern. “Jangan kita nodai adat dan budaya dengan gaya hidup era modern yang menyimpang. Judi bukan bagian dari tradisi kita. Itu adalah praktik yang merusak, baik secara sosial maupun ekonomi,” ujarnya.


    PMKRI juga mengkritik pihak-pihak yang secara sengaja menggunakan dalih budaya untuk menghindari jerat hukum. Menurut mereka, pembiaran terhadap praktik semacam ini hanya akan memperburuk citra budaya Toraja di mata publik serta melemahkan wibawa hukum.


    Lebih jauh, PMKRI Cabang Toraja mendorong aparat kepolisian untuk tetap konsisten dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan pemuda untuk bersama-sama menolak segala bentuk perjudian serta mengembalikan marwah budaya Toraja sebagai warisan yang bermartabat.


    “Ini bukan sekadar soal hukum, tapi soal masa depan moral masyarakat Toraja. Jika kita terus membiarkan praktik ini, maka kita sedang merusak fondasi nilai yang diwariskan leluhur kita sendiri,” tutupnya. (Red) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini