• Jelajahi

    Copyright © Dataterkini.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Polres Torut Irit Bicara Soal 2 Anggotanya Keroyok Warga Bareng 5 Oknum TNI, Ada Apa?

    Minggu, 05 April 2026, April 05, 2026 WIB Last Updated 2026-04-06T07:56:57Z
    Pengeroyokan yang dilakukan 5 oknum TNI dan 2 Polri di tempat hiburan malam Toraja Utara.


    TORAJA UTARA - Kepolisian Resor (Polres) Toraja Utara tidak mau memberikan informasi detail terkait oknum anggotanya yang terlibat pengeroyokan bersama 5 orang TNI Kodim 1414 Tana Toraja terhadap warga sipil di salah satu tempat hiburan malam (THM). 


    Hal ini membuat publik mempertanyakan keseriusan Polres Toraja Utara memberantas pelanggar hukum di wilayah tugasnya. Sebab, pihaknya sendiri terkesan melindungi personel yang melakukan perbuatan melawan hukum.


    Informasi dihimpun, salah satu terduga pelaku menjabat Kanit Intel Polres Toraja Utara beserta anggotanya. Masing masing berinisial Aiptu AS dan Bripka IA.


    Meski begitu, Kapolres AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono yang dikonfirmasi berkali-kali belum belum merespons. Sementara Kasat Reskrim Iptu Ruxon, selalu menghindari wartawan mempertanyakan identitas pelaku dengan berdalih sibuk sejak tiga hari lalu hingga saat ini.


    "Saya masih sibuk bro, lagi di Polda," ujar Iptu Ruxon kepada wartawan, Senin (6/4/2026).


    Diberitakan sebelumnya, Lima oknum TNI dan satu polisi diduga mengeroyok pengunjung kafe di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel). Pengeroyokan diduga dipicu karena persoalan sepele setelah pelaku tidak diberi minuman oleh korban.


    Pengeroyokan terjadi di Cafe Valeri, Jalan Pongtiku, Rantepao, pada Rabu (1/4/2026). Pihak TNI tengah menyelidiki keterlibatan oknum prajurit yang terlibat


    "Benar, kita sudah terima laporan. Ada 5 anggota kita yang terlibat," ujar Komandan Kodim (Dandim) 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal kepada wartawan, Kamis (2/4).


    Total ada 4 orang yang menjadi korban, yakni dua pria dan wanita. Mereka mengalami luka di kepala dan sekujur tubuhnya.


    Armal belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kasus itu. Pihaknya masih mendalami peran masing-masing oknum prajurit TNI.


    "Anggota yang terlibat sudah kita amankan dan akan kita naikkan kasusnya ke POM TNI. Untuk identitas, belum bisa kita sampaikan," ujarnya.


    Sementara Kasi Propam Polres Toraja Utara, Iptu Damianus membenarkan keterlibatan salah satu aparat kepolisian. Pihaknya telah menerima laporan korban.


    "Untuk sementara kita sudah terima laporan dan sementara kita lidik. Menurut keterangan pelapor, pemukulan karena persoalan minuman," ujar Damianus.


    Dia memastikan akan mengusut tuntas kasus ini. Apabila terbukti terlibat, pelaku akan diproses pidana.


    "Saat ini kami sedang mendalami dengan mengumpulkan bukti-bukti terkait keterlibatan oknum anggota. Jika terbukti, pihak Reskrim yang akan memproses secara pidana. Kanit Provos juga sedang memeriksa saksi-saksi," ujarnya.


    Diketahui, pengeroyokan itu terekam kamera yang videonya viral di media sosial. Dalam video beredar, tampak seorang pria berbaju kaos hitam melakukan pemukulan.


    Pria berbaju warna putih lantas memukul pria berbaju hitam itu. Beberapa orang lainnya kemudian terlihat memukul sejumlah orang lain yang tergeletak di lantai.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini