• Jelajahi

    Copyright © Dataterkini.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    PMKRI Toraja Soroti Aksi Ugal-ugalan Moge, Jalan Raya Bukan Arena Pamer Kuasa

    DEMIAN
    Sabtu, 02 Mei 2026, Mei 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T10:53:45Z


    Yoben Sampe, Presidium GErmas PMKRI Toraja. Foto, Ist.


    DATATERKINI, TORAJA UTARA – Insiden kecelakaan lalu lintas tragis di Jalan Poros Rantepao–Palopo, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nanggala, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA, menuai sorotan keras dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Toraja. Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor gede (moge) jenis Harley-Davidson tersebut menewaskan seorang anak laki-laki yang berada di pinggir jalan.


    Presidium Gerak Kemasyarakatan PMKRI Cabang Toraja periode 2025/2026, Yoben Sampe, menilai peristiwa ini sebagai bukti nyata perlunya penertiban terhadap komunitas motor besar yang kerap menunjukkan perilaku arogan di ruang publik.


    “Geng-geng motor mesti ditertibkan. Selama ini mereka sering memperlihatkan gaya arogan, seolah-olah menjadi penguasa jalanan. Padahal jalan raya itu milik bersama, bukan milik segelintir kelompok,” tegasnya.


    Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap klub-klub motor yang tidak mengedepankan keselamatan.


    “Jangan sampai kejadian di Nanggala ini terulang kembali hanya karena kelalaian dan sikap tidak bertanggung jawab di jalan,” tambah Yoben.


    Berdasarkan keterangan warga setempat, kecelakaan bermula saat salah satu pengendara moge dengan nomor polisi B 3123 HOM diduga melakukan aksi berbahaya di atas kendaraan. Pengendara tersebut disebut berdiri di atas motor sambil mengangkat telepon genggam, diduga untuk merekam rombongan di belakangnya.


    “Kelihatannya dia berdiri di atas motor sambil pegang HP, seperti mau video temannya. Tiba-tiba hilang kendali, pengendaranya jatuh, dan motornya meluncur bebas ke arah pinggir jalan,” ungkap seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.


    Motor yang tak terkendali itu kemudian menabrak seorang anak yang sedang berdiri di tepi jalan. Korban sempat dievakuasi oleh warga bersama personel Polsek Tondon ke Puskesmas Nanggala sebelum dirujuk ke RS Elim Rantepao. Namun, sekitar pukul 18.00 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.


    Sementara itu, Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Muhammad Nasrum Sujana, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah penanganan awal.


    “Perkara ini sudah ditangani oleh Satlantas Polres Toraja Utara. Kami telah mengamankan pengendara sepeda motor beserta barang bukti untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.


    Ia menambahkan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan, termasuk pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi secara utuh.


    Tragedi ini kembali menegaskan pentingnya disiplin berlalu lintas serta tanggung jawab kolektif dalam menggunakan ruang publik. Jalan raya bukan arena unjuk gaya, melainkan ruang bersama yang menuntut kehati-hatian dan penghormatan terhadap keselamatan sesama. (Alvin)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini