• Jelajahi

    Copyright © Dataterkini.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kebakaran Hutan di Lembang Marinding Belum Padam, BPBD Tana Toraja Kerahkan Seluruh Sumber Daya

    DEMIAN
    Kamis, 06 Agustus 2026, Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T12:51:02Z
    Petugas gabungan di lokasi kebakaran. Foto, Ist.

    DATATERKINI, TANA TORAJA – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, hingga Kamis (6/8/2026) masih belum berhasil dipadamkan. Memasuki hari keenam sejak pertama kali terjadi pada 1 Agustus 2026, kobaran api masih terlihat di sejumlah titik, sementara petugas gabungan terus berupaya mengendalikan penyebaran api agar tidak meluas.


    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja, Kristian Batara Sakkung, mengatakan proses pemadaman masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, meski dihadapkan pada tantangan medan yang sulit dan kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api.


    "Sejak hari pertama, seluruh personel gabungan terus bekerja maksimal untuk melakukan pemadaman. Medan yang terjal, vegetasi yang kering, serta embusan angin menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian kebakaran," ujar Kristian.


    Ia menjelaskan, operasi pemadaman melibatkan BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah setempat, personel TNI, serta relawan yang bekerja secara terpadu di lokasi kejadian.


    Besarnya dampak kebakaran juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Tana Toraja yang turun ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan. Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus memberikan arahan kepada seluruh personel agar terus mengintensifkan upaya pemadaman.


    Kristian turut mengapresiasi partisipasi masyarakat Lembang Marinding yang secara sukarela membantu proses penanganan kebakaran. Menurutnya, dukungan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana.


    "Masyarakat menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Mereka membantu menyediakan air dan makanan bagi petugas, ikut membuat sekat bakar, serta memberikan informasi mengenai titik-titik api yang sulit dijangkau. Semangat gotong royong ini sangat membantu kerja tim di lapangan," katanya.


    Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan pertanian. Namun demikian, Cristian menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari instansi yang berwenang.


    Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya pada musim kemarau. Praktik tersebut dinilai berisiko tinggi memicu kebakaran yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, merusak kawasan hutan, mengganggu ekosistem, serta menimbulkan kerugian ekonomi dan lingkungan.


    "Hingga saat ini petugas gabungan bersama masyarakat masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik api. Kami berharap kebakaran segera dapat dikendalikan sehingga tidak meluas ke wilayah lain. Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi semua pihak, dan kami mengapresiasi semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan oleh pemerintah, aparat, relawan, maupun masyarakat dalam menghadapi situasi ini," tutup Kristian.(red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini