• Jelajahi

    Copyright © Dataterkini.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pelajar Berseragam SMP Diduga Terlibat Sabung Ayam, PMKRI Soroti Marwah Pendidikan Toraja

    DEMIAN
    Rabu, 12 Agustus 2026, Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T01:21:59Z

    Gambar hasil screenshot video yang viral di Facebook


    DATATERKINI, TANA TORAJA — Sebuah video yang beredar di media sosial Facebook memperlihatkan sejumlah anak yang mengenakan seragam sekolah tingkat SMP diduga terlibat dalam aktivitas sabung ayam. Video tersebut menjadi sorotan karena mempertontonkan aktivitas yang diduga berlangsung di sebuah lokasi yang hingga kini belum diketahui secara pasti.


    Video yang bertajuk "Generasi Penerus" itu diketahui beredar melalui akun Facebook Londong Porrokan. Dalam rekaman, tampak sejumlah anak berseragam sekolah melakukan aktivitas sabuang ayam. Percakapan yang terdengar dalam video juga menggunakan bahasa Toraja.


    Belum diketahui secara pasti kapan dan di mana aktivitas tersebut direkam, termasuk dari sekolah mana para pelajar yang terlihat dalam video tersebut. Karena itu, diperlukan penelusuran dan verifikasi dari pihak berwenang untuk memastikan identitas para pelajar maupun lokasi kegiatan.


    Menanggapi video tersebut, Milton Lando, Presidium Gerak Kemasyarakatan PMKRI Cabang Toraja, menilai fenomena tersebut tidak boleh dianggap sebagai tontonan biasa. Menurutnya, jika benar pelajar terlibat dalam aktivitas sabung ayam, hal itu merupakan persoalan serius yang berkaitan dengan pembinaan karakter dan masa depan generasi muda Toraja.


    “Ini sangat mencederai marwah pendidikan yang ada di Toraja. Ini juga mempertontonkan kegagalan stakeholder yang bertugas dalam bidang pendidikan dan kaderisasi generasi masa depan Toraja,” ujar Milton, Kamis (13/8/2026).


    Milton menegaskan, pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder pendidikan harus memberikan perhatian serius terhadap fenomena tersebut. Ia meminta **DPRD Tana Toraja bersama Dinas Pendidikan** tidak hanya melihat persoalan ini sebagai kenakalan anak-anak, tetapi melakukan penelusuran menyeluruh mengenai lingkungan pendidikan dan sosial yang memungkinkan pelajar terlibat dalam aktivitas semacam itu.


    “Kalau sudah diketahui lokasinya dan siswa tersebut berasal dari sekolah mana, maka kepala sekolah bersama guru-gurunya wajib dievaluasi. Jangan sampai persoalan seperti ini dibiarkan dan kemudian dianggap sebagai sesuatu yang biasa,” tegasnya.


    Ia juga meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk memastikan lokasi kegiatan serta pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Menurutnya, penelusuran penting dilakukan bukan untuk sekadar memberikan hukuman kepada anak, tetapi juga mengungkap siapa yang membawa atau membiarkan pelajar berada dalam lingkungan perjudian dan sabung ayam.


    Milton menekankan bahwa penanganan terhadap anak yang diduga terlibat harus tetap memperhatikan aspek pembinaan dan perlindungan anak. Namun, pada saat yang sama, orang dewasa maupun pihak-pihak yang memungkinkan aktivitas tersebut berlangsung juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


    “Polisi harus mencari tahu di mana kegiatan itu dilaksanakan. Dinas Pendidikan juga harus memastikan apakah anak-anak tersebut benar pelajar dan berasal dari sekolah mana. Jangan sampai kita baru bergerak setelah generasi muda semakin terbiasa dengan lingkungan seperti ini,” katanya.


    Menurut Milton, pendidikan tidak cukup hanya berbicara mengenai prestasi akademik. Sekolah, keluarga, pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam membentuk karakter generasi muda.


    Beredarnya video tersebut, lanjut dia, semestinya menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menyeret anak-anak dan pelajar ke dalam praktik perjudian.


    Hingga berita ini ditulis, lokasi kejadian, identitas para pelajar, serta waktu perekaman video belum dapat dipastikan secara independen. Karena itu, informasi dalam video tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak kepolisian, Dinas Pendidikan, maupun pihak sekolah terkait.(Alvin)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini