• Jelajahi

    Copyright © Dataterkini.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Viral Pelajar Berseragam Sekolah di Tator Judi Sabung Ayam Pakai Taji

    Kamis, 13 Agustus 2026, Agustus 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T12:05:32Z
    Screenshot pelajar sedang judi sabung ayam

    TANA TORAJA - Sekelompok pelajar berseragam sekolah di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial sedang bermain judi sabung ayam menggunakan taji. Aksi tak terpuji para pelajar tersebut mencoreng dunia pendidikan dan menjadi sorotan publik.


    Pantauan DataTerkini, video berdurasi 12 menit itu memperlihatkan sejumlah pelajar berada di sebuah lokasi sambil memegang dua ekor ayam yang hendak diadu. Terlihat seseorang memasangkan taji pada ayam sebelum diadu. Pelajar itu terlihat sangat lihai memasang taji.


    Dalam rekaman tersebut, 10 pelajar lainnya juga tampak berada di lokasi menyaksikan adu ayam. Beberapa suara yang terdengar dalam video juga diduga merupakan suara para pelajar yang berada di lokasi.


    Identitas sekolah salah seorang pelajar juga tampak dalam video. Pada bagian lengan seragam yang dikenakan, terlihat nama sekolah salah satu SMP Negeri di Kecamatan Bittuang, Tana Toraja.


    Kepala sekolah, Agustina Pong Manapa saat dikonfirmasi DataTerkini membenarkan para pelajar yang terlibat judi sabung ayam adalah siswa di sekolahnya. Dia mengatakan ada 37 siswa yang terlibat dan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan orang tua siswa untuk tindakan pembinaan.


    "Benar, itu kejadiannya Mei 2026, ada 37 siswa kami disitu tapi beberapa orang hanya sebagai penonton. Sehari sesudah kejadian baru ada informasi ke kami dan kami sudah tindaki dengan memanggil orang tua siswa karena ini benar-benar suatu pelanggaran," ujar Agustina, Kamis (13/8/2026).


    Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi di sekitar lokasi sekolah pada jam istirahat. Mereka melakukan aktivitas tersebut di area yang luput dari perhatian pihak sekolah. Para pelaku mengadu ayam serta memasang taruhan uang.


    Agustina mengatakan, pihak sekolah tidak melaporkan kejadian itu ke aparat penegak hukum (APH) namun melakukan pembinaan mandiri melalui orang tua siswa. 


    "Karena mereka pakai seragam sekolah jadi kami berhak tindaki itu, karena itu sesuatu yang tidak dibenarkan dan tidak dianjurkan. Karena pelanggarannya keras jadi kami melakukan pembinaan dengan pengetatan aturan kenaikan kelas," ujarnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini