![]() |
| Konferensi Pers Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) soal komika Pandji Pragiwaksono |
TANA TORAJA - Konten kreator dan jurnalis (wartawan) dilarang melakukan siaran langsung atau live streaming saat Pandji Pragiwaksono menjalani sanksi adat di Tongkonan Kaero, Sangalla', Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ritual adat digelar 10-11 Februari 2026.
Hal tersebut disampaikan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraja saat menggelar konferensi pers (Konfers) di Sekretariat AMAN, Jalan Poros Makale-Rantepao, Rantelemo, Sabtu (8/2/2026)..
"Jadi selama ritual adat berlangsung, tidak boleh live sampai diijinkan. Nanti ada tempat koordinasi, ada saudara Arnold dan Dirga," kata Dau Arung Pangarungan.
Tokoh Masyarakat adat Tikala yang juga sekum Tongkonan Kada itu juga menjelaskan, peserta maupun hadirin tidak boleh mengenakan pakaian hitam.
"Jadi ada beberapa peraturan dan tata tertib yang wajib dipatuhi untuk memastikan proses peradilan adat berjalan lancar dan tertib. Sudah disampaikan tadi dilarang live, dan dilarang mengenakan pakaian hitam," ujarnya.
Selain itu, ada beberapa aturan lain yang juga ditegaskan AMAN dan tidak boleh dilanggar selama prosesi ritual adat berlangsung.
Berikut peraturan dan tata tertib yang wajib dipatuhi saat sidang adat Pandji Pragiwaksono di Tongkonan Kaero Sangalla:
- Seluruh orang Toraja yang hadir wajib menggunakan baju adat dan dilarang menggunakan pakaian berwarna hitam.
- Pihak Panji wajib berpakaian yang pantas. Tidak menggunakan celana pendek dan kaos singlet. Tidak menggunakan baju adat Toraja
- Dilarang menginterupsi persidangan yang sedang berlangsung.
- Dilarang ribut dan berkelahi di sekitar Tongkonan Layuk Kaero mulai 9-11 Februari 2026.
- Dilarang berlalu-lalang di lokasi pelaksanaan peradilan adat apalagi di depan para pemangku adat yang sedang duduk.
- Dilarang mengambil dokumentasi secara sembarangan
- Dilarang melakukan siaran langsung hingga masa yang ditentukan kemudian.
Diketahui, komika Pandji Pragiwaksono disanksi adat buntut candaannya yang dinilai menghina adat Toraja. Candaan itu disampaikan Pandji saat membawakan materi stand up nya di acara Messake Bangsaku.




