
Area SPBU Mandetek
Dataterkini, Tana Toraja || Aktivis dari CONTROL ANALISA TEMUAN RAKYAT (CATUR), Anto Tulak, menduga adanya unsur kelalaian bahkan kemungkinan pembiaran terhadap praktik pelangsiran BBM jenis solar yang selama ini beroperasi di SPBU Mandetek. Dugaan tersebut muncul setelah mencermati aktivitas kendaraan yang diduga berulang kali keluar-masuk melakukan pengisian dalam jumlah besar. Ia menilai, secara logika pengawasan internal, tidak mungkin aktivitas dengan frekuensi tinggi dan volume pengambilan yang tidak wajar luput dari perhatian pengelola maupun pengawas SPBU.
“Jika kendaraan yang sama terus melakukan pengisian dengan pola tidak normal, seharusnya itu terdeteksi. Ini yang menimbulkan pertanyaan, apakah benar kecolongan atau justru ada pembiaran,” tegasnya kepada media ini, senin malam (23/2/26).
Sebelumnya, aparat penegak hukum dari Polres Tana Toraja telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan pengangkutan BBM jenis solar. Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait distribusi BBM yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Aktivis LSM menilai persoalan ini harus diusut tuntas karena praktik pelangsiran BBM subsidi dinilai merugikan masyarakat, terutama sektor yang berhak menerima distribusi sesuai regulasi. Ia mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rantai distribusi tersebut. “Tidak menutup kemungkinan ada pembiaran dari pihak pengelola SPBU. Namun sangat disayangkan jika kemudian mereka justru terkesan cuci tangan seolah-olah tidak mengetahui praktik yang berlangsung di area usahanya sendiri. Pengelola memiliki tanggung jawab penuh atas setiap distribusi BBM yang keluar dari SPBU," tegasnya.
Penulis : Joa





