![]() |
| foto: ketua GMKI Cabang Tana Toraja |
DATATERKINI, TANA TORAJA – Pernyataan Anggota DPRD Tana Toraja dari Dapil IV, Samuel Tandirerung, yang menyebut bahwa jabatan sebagai anggota dewan “hanyalah sampingan” menuai sorotan keras dari kalangan mahasiswa.
Pernyataan tersebut disampaikan saat berlangsung aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Rakyat Toraja di depan kantor DPRD Tana Toraja, Jumat (13/03/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pengembangan proyek geotermal di wilayah Toraja.
Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tana Toraja, Nopen Kessu, S.Ag, M.Ag, menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat yang menghargai mandat masyarakat.
“Pernyataan Pak Samuel ini tidak mencerminkan seorang wakil rakyat. Ia tidak menghargai mandat yang diberikan rakyat kepadanya. Bagaimana mungkin seorang anggota DPRD dengan mudah mengatakan bahwa pekerjaannya sebagai anggota dewan hanyalah sampingan,” tegas Nopen dalam keterangannya.
Menurutnya, jabatan anggota DPRD merupakan amanah publik yang harus dijalankan secara serius dan penuh tanggung jawab, bukan dipandang sebagai pekerjaan tambahan.
Selain itu, Nopen juga menanggapi tudingan yang dilontarkan Samuel Tandirerung yang menyebut mahasiswa sebagai provokator dalam aksi demonstrasi tersebut. Ia menilai tuduhan itu tidak memiliki dasar yang jelas.
“Kami menilai tudingan bahwa mahasiswa menjadi provokator aksi tidak berdasar. Gerakan mahasiswa selama ini hadir untuk menyuarakan aspirasi rakyat, khususnya terkait isu-isu lingkungan dan masa depan daerah,” ujarnya.
Atas pernyataan tersebut, GMKI Cabang Tana Toraja mendesak Partai NasDem sebagai partai pengusung Samuel Tandirerung untuk melakukan evaluasi terhadap kadernya yang duduk di lembaga legislatif.
“Atas nama Ketua GMKI Cabang Tana Toraja, kami mendesak pimpinan Partai NasDem untuk mengevaluasi anggota dewan tersebut. Untuk apa menjadi anggota dewan jika hanya dianggap sebagai sampingan. Itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat yang telah memberikan mandat kepadanya sebagai wakil rakyat,” tegas Nopen.
Polemik ini muncul di tengah meningkatnya penolakan masyarakat terhadap rencana pengembangan energi geotermal di Toraja, yang dinilai sebagian kelompok masyarakat berpotensi mengancam lingkungan dan ruang hidup masyarakat setempat.(Red)






